Perbaikan Sistem

Kegiatan pemantauan dan pelatihan yang JPIK lakukan menjadi bahan advokasi dan kampanye bagi perbaikan sistem tata kelola hutan dan tata niaga kayu di Indonesia. Tiga hal upaya advokasi dan kampanye JPIK dalam peningkatan sistem adalah:

  • Menggunakan temuan hasil pemantauan untuk meningkatan standar SVLK dan mendorong penegakan hukum terhadap tindakan ketidakpatuhan
  • Terlibat dalam rapat dan konsultasi untuk memperbaiki / memperkuat peraturan dan memastikan sinergi antar kementerian
  • Menjajaki opsi dalam membangun Trust Fund bagi pemantau independen

Isu utama dalam perbaikan sistem yang menjadi perhatian khusus JPIK, meliputi:

  • Akses terhadap data dan informasi
  • Keamanan dan keselamatan bagi pemantauan independen
  • Keberlanjutan pendanaan bagi kegiatan pemantauan

Pemantauan

Kegiatan pemantauan merupakan kegiatan inti yang dilakukan JPIK, selain pelatihan dan terlibat aktif dalam review sistem terkait SVLK dan tata kelola hutan. Pemantauan JPIK tidak hanya terbatas pada pemantauan implementasi sertifikasi hutan dalam lingkup SVLK, tetapi juga pada fokus tindakan kejahatan lingkungan seperti illegal logging, illegal timber trade dan konversi hutan.

Dalam lingkup pemantauan SVLK, JPIK memastikan pengawasan terhadap pelayanan publik di bidang kehutanan untuk akreditasi LP&VI, penilaian dan penerbitan S-PHPL, S-LK, DKP, uji tuntas (due diligence), Dokumen V-Legal, dan/atau pembubuhan Tanda V-Legal, berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Peningkatan Kapasitas

Sebagai sebuah upaya peningkatan kapasitas JPIK rutin mengadakan pelatihan pemantauan bagi NGO dan komunitas untuk meningkatkan pemahaman sebagai pemantau independen dalam melakukan pemantauan tata kelola hutan dan SVLK. Selain itu pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesadaran NGO dan komunitas tentang regulasi di sektor sumber daya hutan, serta membangun jaringan pemantau independen ditingkat masyarakat di dalam kawasan hutan dan sekitar kawasan hutan.

Dalam kegiatan pelatihan JPIK menjabarkan bagaimana metode dalam pemantauan, antara lain:

  • Riset meja (desk research), dilakukan sebagai pengumpulan informasi awal sebelum melakukan pemantauan.
  • Riset lapangan (field research), yang meliputi:
    • Pemantauan terhadap pelanggaran yang terjadi bagi sebuah unit manajamen
    • Pendokumentasian bukti (foto/video)
    • Pelacakan distribusi dan alur kayu
  • Penulisan laporan, antara lain:
    • Laporan internal
    • Laporan keluhan
    • Laporan publik
  • Keselamatan dan keamanan dalam pemantauan