Pemantau Independen dan Lembaga Sertifikasi Independen Berbagi Cerita Implementasi SVLK

jpik_diskusi-ls_2Diberlakukannya FLEGT License membuka babak baru perubahan tata kelola hutan di Indonesia. Pengakuan atas SVLK merupakan keberhasilan sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk dapat secara konsisten melaksanakan SVLK secara kredibel dan akuntabel. Indonesia harus tetap bekerja keras untuk menjaga kredibilitas sistem dengan menunjukan keseriusan dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan SVLK.

Terkait hal ini Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) bersama Lembaga Sertifikasi (LS) mengadakan diskusi membahas implementasi SVLK serta peran masing-masing dalam  pelaksanaannya. Diskusi yang dilaksanakan di Bogor pada tanggal 8 Desember ini juga untuk membahas masukan bagi perbaikan sistem SVLK, walaupun masih diperlukan diskusi lanjutan untuk membahas hal ini. Meskipun menggunakan sistem dan standar yang sama dalam menjalankan peran masing-masing, masih terdapat perbedaan cara pandang. Hal ini juga menjadi salah satu tujuan utama diadakannya pertemuan ini. Agar Pemantau Independen dan Lembaga Sertifikasi dapat bersinergi untuk memastikan kredibilitas SVLK.

Sejak FLEGT License resmi diberlakukan, Indonesia akan menjadi spotlight dimata internasional. Penting adanya kerjasama antara LS dan pemantau independen (PI). “Adanya JPIK membantu membuat hasil verifikasi semakin kredibel. LS juga harus terbuka terhadap hal-hal yang seringkali muncul sebagai masukan dari JPIK,” terang Akhmad, dari Ayamaru.

Diskusi yang dilaksanakan di sekretariat JPIK ini diikuti 32 orang representasi lembaga sertifikasi dan pemantau independen, yaitu Transtra, MMS, KPS, Trustindo, Almasentra, TUV, ISE, Equality, Sarbi, SCS, Ayamaru, MHI, BRIK, Sucofindo, MAL, NKL, JPIK, dan FWI.“Ini perlu didiskusikan lebih lanjut. Dari sisi PI penting bisa meyakinkan pihak luar, bahwa yang dihasilkan oleh LS adalah hasil yang bisa dipercaya,” kata Arbi Valentinus, Board JPIK yang hadir dalam diskusi.

LS dan PI menyambut baik adanya diskusi ini dan berharap bisa dilakukan secara rutin, mengingat masih diperlukannya bahasan lanjutan yang lebih menyeluruh. Termasuk sharing dan berbagi masukan untuk perbaikan kerja masing-masing lembaga demi menjaga kredibilitas SVLK.