Pertambangan Open Pit dan Dampaknya Untuk Masyarakat Seluma

Bagikan:

Artikel ini menceritakan tentang revisi kawasan hutan di Bengkulu, khususnya perubahan status kawasan hutan lindung Bukit Sanggul di Kabupaten Seluma menjadi hutan produksi. Revisi ini dilakukan dengan motivasi peningkatan iklim investasi, yang memungkinkan perusahaan pertambangan emas PT Energi Swa Dinamika Muda untuk melakukan pertambangan terbuka atau open pit mining di kawasan tersebut.

Pertambangan terbuka memiliki keunggulan dalam produktivitas dan biaya awal yang rendah, namun juga meningkatkan risiko terhadap kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan secara besar-besaran, perubahan topografi, perubahan jalur sungai, dan pencemaran lingkungan dengan zat berbahaya seperti merkuri, sianida, dan asam nitrat.

Artikel ini juga mencatat risiko bencana yang tinggi di Kabupaten Seluma, termasuk ancaman banjir dan longsor, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal, terutama dalam hal penggunaan sungai sebagai sumber air untuk pertanian. Perusahaan pertambangan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat memperparah bencana yang sudah ada dan mengundang bencana baru karena aktivitas pertambangan yang dilakukan.

Sumber: Genesis

Download Artikel Lengkap disini

SK tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Provinsi Bengkulu 2023

Saran Artikel

POLICY BRIEF – MULTI USAHA KEHUTANAN DALAM PRAKTIK: PELAJARAN IMPLEMENTASI UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA HUTAN
The Monitor Newsletter Edisi 24
The Monitor Newsletter Edisi 23

Artikel Terkait

Punya Informasi Pelanggaran Kehutanan?

Laporkan temuan Anda untuk diverifikasi dan didorong menjadi bagian dari proses penegakan hukum dan advokasi kebijakan.

Scroll to Top