[Executive Summary] Defleksi Energi: Penyimpangan Praktik Cofiring Biomassa di Jawa Timur

Bagikan:

Transisi energi melalui cofiring biomassa telah digadang-gadang sebagai langkah menuju pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi terbarukan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan praktik ini memunculkan berbagai persoalan serius yang berdampak pada lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.

Hutan Tanaman Energi (HTE), yang menjadi salah satu sumber utama biomassa, ternyata memicu deforestasi, mengganggu ekosistem lokal, dan merugikan petani hutan dari segi sosial maupun ekonomi. Selain itu, industri biomassa dan pembangkit listrik berbasis cofiring menunjukkan kelemahan dalam keterlacakan bahan baku, bahkan berpotensi melibatkan aktivitas yang tidak berkelanjutan.

Realitas ini mengingatkan kita akan pentingnya mengevaluasi kebijakan transisi energi, memastikan keberlanjutan lingkungan, perlindungan ekosistem, serta keadilan sosial bagi masyarakat yang terdampak.

Download Executive Summary Defleksi Energi

Saran Artikel

POLICY BRIEF – MULTI USAHA KEHUTANAN DALAM PRAKTIK: PELAJARAN IMPLEMENTASI UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA HUTAN
The Monitor Newsletter Edisi 24
The Monitor Newsletter Edisi 23

Artikel Terkait

Punya Informasi Pelanggaran Kehutanan?

Laporkan temuan Anda untuk diverifikasi dan didorong menjadi bagian dari proses penegakan hukum dan advokasi kebijakan.

Scroll to Top