Penulis: Suspa Yusmita (FOREST GUARDIAN JAMBI)
Sebagai bagian dari Forest Guardian Jambi, Boby membagikan pengalaman komunitasnya dalam memantau hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah salah satu hutan lindung terbesar di Asia Tenggara yang menghadapi berbagai ancaman seperti penebangan liar, pembukaan lahan, dan deforestasi. Menurut Boby, sebagian besar kerusakan hutan disebabkan oleh desakan ekonomi yang membuat masyarakat lokal bergantung pada kawasan perhutanan untuk mencari penghidupan. Namun, melalui kegiatan pemantauan dan kampanye kreatif di media sosial, Forest Guardian berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya pelestarian hutan.
“Kami di Forest Guardian telah melakukan pemantauan kehutanan di Taman Nasional Kerinci Seblat dan menemukan berbagai penyebab kerusakan, termasuk penebangan liar dan pembabatan lahan,” ujar Boby. “Selain itu, kami juga melakukan kampanye kreatif di Instagram dan akan terus memperluas upaya kami, seperti mengadakan dialog interaktif dengan pemimpin muda di Kerinci.”
Diskusi Global Isu Perubahan Iklim
Dalam RCOY, delegasi dari berbagai negara seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Jepang, Vietnam, Hong Kong, dan China menyampaikan kekhawatiran mereka terkait perubahan iklim. Konferensi ini juga dihadiri oleh pembicara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Indonesia, yang memaparkan mengenai energi terbarukan, serta dari Kementerian Iklim Sri Lanka yang memberikan informasi terkini mengenai situasi iklim negara tersebut. Child Fund turut hadir dan menjelaskan peran mereka dalam mengatasi dampak perubahan iklim pada anak-anak dan komunitas rentan.

Kolaborasi untuk Aksi Iklim
Di penghujung acara, para delegasi menyusun rancangan pernyataan yang mencakup isu-isu perubahan iklim, kekhawatiran, dan rekomendasi yang akan disampaikan ke COP29 dan pemerintahan global. Boby menyebut pengalaman mengikuti RCOY sebagai kesempatan yang luar biasa untuk membangun jaringan dan berkolaborasi dengan pemuda dari berbagai negara dalam memperkuat aksi iklim.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya dapat bertemu delegasi dari berbagai negara dan belajar dari mereka, sambil berkolaborasi untuk menciptakan solusi bagi masa depan yang lebih baik,” kata Boby.
Membangun Generasi Muda untuk Aksi Iklim Berkelanjutan
RCOY bertujuan untuk memberdayakan pemuda dalam aksi iklim serta memperkuat suara mereka dalam memengaruhi kebijakan global. Langkah ini merupakan kontribusi menuju COP29 yang akan diadakan di Baku, Azerbaijan pada November 2024. Melalui kegiatan ini, Boby Indrawan dan Forest Guardian Jambi terus membuktikan komitmennya dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya di kawasan hutan Sumatera.
Sebagai seorang pemuda yang berdedikasi terhadap isu lingkungan, Boby berharap kontribusinya dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.


