Pelatihan Pengenalan Portal GFW dan Metode Pantau Jejak, Bagi Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK)

Pelatihan Pengenalan Portal GFW dan Metode Pantau Jejak, Bagi Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK)

Global Forest Watch (GFW) merupakan platform pemantauan hutan global yang dikembangkan WRI bersama lebih dari 100 mitra. Salah satu data terbaru GFW yaitu peringatan mingguan kehilangan tutupan pohon atau disebut peringatan GLAD yang dikembangkan bersama University of Maryland mampu mendeteksi indikasi kehilangan tutupan pohon secara cepat. Platform ini memiliki kemampuan untuk melihat titik kehilangan tutupan pohon, perubahan fungsi lahan, hingga yang terbaru adalah metode yang memungkinkan tersedianya indikasi kehilangan tutupan pohon yang cepat (Near Real-Time). Peluang ini telah ditangkap beberapa pihak yang melakukan melakukan patroli dan pemantauan hutan secara berkala, baik secara swadaya maupun berkolaborasi dengan pemangku hutan dari sektor pemerintah.

Menggunakan data-data GFW, tim WRI Indonesia juga telah mengembangkan metode prioritasi wilayah pemantauan hutan terhadap daerah-daerah dengan indikasi penebangan liar terluas di seluruh wilayah Indonesia. Hasil analisis metode pantau jejak telah diterbitkan secara periodik sebagai blogpost yang memuat lima wilayah teratas pemantauan pada website WRI Indonesia. Metode ini dapat dimanfaatkan bagi penegak hukum dan pemantau independen untuk mengawasi wilayah kerja mereka dan menentukan prioritas penindakan.

Melihat adanya kaitan erat antara penggunaan data GFW dan metode pantau Jejak dengan pekerjaan pemantauan JPIK di seluruh wilayah Indonesia, WRI Indonesia memfasilitasi kegiatan pelatihan kepada para anggota JPIK dalam memanfaatkan berbagai macam data spasial untuk kepentingan analisa perubahan lahan dan pemantauan hutan di seluruh wilayah kerja JPIK. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, dan melibatkan anggota JPIK diantaranya; Seknas JPIK, JPIK Maluku Utara, JPIK Kalimantan Tengah, JPIK Jambi, JPIK Jawa Barat, JPIK Kalimantan Barat, JPIK Jawa Timur, JPIK Bengkulu, dan JPIK Kalimantan Utara. Hasil pelatihan dapat menunjang pekerjaaan pemantauan JPIK dalam melakukan pemantauan hutan secara remote dikarenakan adanya pandemic Covid-19 dan memudahkan pekerjaan pemantauan di lapangan.