jpik

SILK: Penting dan Perlu Ditingkatkan

SILK sebagai pusat informasi legalitas kayu di Indonesia saat ini menjadi rujukan data bagi banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian sistem informasi ini harus terus dikembangkan demi mendukung berjalannya implementasi SVLK ke arah yang lebih. Selain itu, sistem informasi ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu alat bagi perbaikan keterbukaan informasi

SILK: Penting dan Perlu Ditingkatkan Read More »

Pemantauan Penggunaan Tanda V-Legal pada Peredaran Kayu Bulat

Pemantauan terhadap 22 perusahaan yang menggunakan kayu bulat di 6 (enam) provinsi yaitu Riau, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan dilakukan oleh JPIK pada bulan Maret 2015. Hanya terdapat satu perusahaan di Kalimantan Tengah yang mematuhi aturan penggunaan Tanda V-Legal, meskipun tidak semua kayu dan produk kayu yang berada di perusahaan

Pemantauan Penggunaan Tanda V-Legal pada Peredaran Kayu Bulat Read More »

Modul Pelatihan Pemantauan SVLK

Kebutuhan untuk menyebarluaskan bahan pelatihan bagi pemantauan SVLK, baik untuk organisasi masyarakat sipil maupun masyarakat, melahirkan ide untuk menyusun modul pelatihan yang dilakukan oleh Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) pada tahun 2012 melalui fasilitasi Kemitraan dan Telapak. Diinternal JPIK, modul ini diujicobakan oleh beberapa focal point JPIK di beberapa provinsi, untuk pelatihan bagi organisasi masyarakat

Modul Pelatihan Pemantauan SVLK Read More »

Pemantauan Terhadap Perusahaan yang Mendapatkan Sertifikat Legalitas Kayu

Pada periode 2015-2017 JPIK telah memantau perusahaan yang mendapat Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK). Pemantauan dilakukan oleh anggota dan Focal Point JPIK di beberapa Provinsi yaitu pada Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Maluku Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.

Pemantauan Terhadap Perusahaan yang Mendapatkan Sertifikat Legalitas Kayu Read More »

Deforestation and Social Conflict Keep Happening, Indonesian Government has to Strengthen Sustainability System of Forest Management

Jakarta, February 28th 2018. FWI presented in three periods North Sumatera, East Kalimantan, and North Maluku had lost 718.000 hectare of their natural forest. Every hours, natural forest as big as 42 times of soccer field had gone on those three provinces. JPIK assessment to 296 Sustainable Production Forest Management (PHPL) IUIPHHK-HA (Logging Concession) and

Deforestation and Social Conflict Keep Happening, Indonesian Government has to Strengthen Sustainability System of Forest Management Read More »

Punya Informasi Pelanggaran Kehutanan?

Laporkan temuan Anda untuk diverifikasi dan didorong menjadi bagian dari proses penegakan hukum dan advokasi kebijakan.

Scroll to Top